CIRI-CIRI MANUSIA INDONESIA

    Share
    avatar
    achien_mushashi
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 57
    Age : 35
    Location : Sementara Msh MKS
    Registration date : 04.08.08

    CIRI-CIRI MANUSIA INDONESIA

    Post by achien_mushashi on Wed Oct 22, 2008 12:21 pm

    Ceramah budaya berjudul "Manusia Indonesia" yang dilisankan oleh Mochtar Lubis pada tahun 1977 dan dibukukan dengan judul "Manusia Indonesia" oleh Yayasan Obor Indonesia tahun 2001 ini masih terasa aktual hingga kini, maka tugas setiap pendidik di negeri ini untuk membantu proses pembalikan kondisi tersebut agar bangsa Indonesia menjadi lebih baik, beradab dan bermartabat di mata dunia yang menjunjung tingi nilai-nilai etika dan moral.

    Menurut Mochtar,

    Ciri pertama manusia Indonesia, hipokrisi atau munafik.
    Di depan umum kita mengecam kehidupan seks terbuka atau setengah terbuka, tapi kita membuka tempat mandi uap, tempat pijat, dan melindungi prostitusi. Banyak yang pura-pura alim, tapi begitu sampai di luar negeri lantas mencari nightclub dan pesan perempuan kepada bellboy hotel. Dia mengutuk dan memaki-maki korupsi, tapi dia sendiri seorang koruptor. Kemunafikan manusia Indonesia juga terlihat dari sikap asal bapak senang (ABS) dengan tujuan untuk survive.

    Ciri kedua manusia Indonesia, segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya.
    Atasan menggeser tanggung jawab atas kesalahan kepada bawahan dan bawahan menggeser kepada yang lebih bawah lagi. Menghadapi sikap ini, bawahan dapat cepat membela diri dengan mengatakan, ”Saya hanya melaksanakan perintah atasan.”

    Ciri ketiga manusia Indonesia berjiwa feodal.
    Sikap feodal dapat dilihat dalam tata cara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan organisasi kepegawaian. Istri komandan atau istri menteri otomatis menjadi ketua, tak peduli kurang cakap atau tak punya bakat memimpin. Akibat jiwa feodal ini, yang berkuasa tidak suka mendengar kritik dan bawahan amat segan melontarkan kritik terhadap atasan.

    Ciri keempat manusia Indonesia, masih percaya takhayul.
    Manusia Indonesia percaya gunung, pantai, pohon, patung, dan keris mempunyai kekuatan gaib. Percaya manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua untuk menyenangkan ”mereka” agar jangan memusuhi manusia, termasuk memberi sesajen. ”Kemudian kita membuat mantra dan semboyan baru, Tritura, Ampera, Orde Baru, the rule of law, pemberantasan korupsi, kemakmuran yang adil dan merata, insan pembangunan,” ujar Mochtar Lubis.
    Dia melanjutkan kritiknya, ”Sekarang kita membikin takhayul dari berbagai wujud dunia modern. Modernisasi satu takhayul baru, juga pembangunan ekonomi. Model dari negeri industri maju menjadi takhayul dan lambang baru, dengan segala mantranya yang dirumuskan dengan kenaikan GNP atau GDP.”

    Ciri kelima, manusia Indonesia artistik.
    Karena dekat dengan alam, manusia Indonesia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaan sensualnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik yang dituangkan dalam ciptaan serta kerajinan artistik yang indah.

    Ciri lainnya, manusia Indonesia.. tidak hemat, boros, serta senang berpakaian bagus dan berpesta.
    Dia lebih suka tidak bekerja keras, kecuali terpaksa. Ia ingin menjadi miliuner seketika, bila perlu dengan memalsukan atau membeli gelar sarjana supaya dapat pangkat.

    Manusia Indonesia cenderung kurang sabar, tukang menggerutu, dan cepat dengki.
    Gampang senang dan bangga pada hal-hal yang hampa.
    Kita, menurut Mochtar Lubis, juga bisa kejam, mengamuk, membunuh, berkhianat, membakar, dan dengki. Sifat buruk lain adalah kita cenderung bermalas-malas akibat alam kita yang murah hati.

    Selain menelanjangi yang buruk, pendiri harian Indonesia Raya itu tak lupa mengemukakan sifat yang baik. Misalnya, masih kuatnya ikatan saling tolong. Manusia Indonesia pada dasarnya berhati lembut, suka damai, punya rasa humor, serta dapat tertawa dalam penderitaan. Manusia Indonesia juga cepat belajar dan punya otak encer serta mudah dilatih keterampilan. Selain itu, punya ikatan kekeluargaan yang mesra serta penyabar.

    Sehebat apapun jenjang pendidikan seseorang atau setinggi apapun jabatan seseorang, selama masih 'mengidap' kanker karakter buruk tersebut tentulah merugikan diri sendiri, keluarga, bangsa dan negara.

    Perjuangan pendidikan (budi pekerti) kita belum selesai karena ciri-ciri Manusia Indonesia yang digambarkan Pak Mochtar Lubis 31 tahun yang lalu tersebut masih berurat akar dan berterima secara masif dan permisif sebagai 'budaya'. Satu-satu cara mengawalinya adalah dari diri kita sendiri, mengubah diri kita sekarang juga dengan latihan dan penuh kesabaran..
    avatar
    lamalik
    Moderator
    Moderator

    Jumlah posting : 16
    Age : 42
    Location : Tarakan
    Registration date : 23.08.08

    Re: CIRI-CIRI MANUSIA INDONESIA

    Post by lamalik on Fri Oct 24, 2008 11:15 pm

    Dengan membaca sejarah, membaca situasi dan kondisi saat ini,
    dan membaca masa depan. Ada beberapa hal penting yang harus
    kita lakukan saat ini. Ini adalah 7 usulan dari Bapak Bugiakso (dari bukunya yang berjudul "Setia Indonesia"). usulan yang mudah-mudahan mampu menjadi bagian dari praktek kita atas kesetiaan pada Indonesia dan agar manusia indonesia punya karakteristik yang berlandaskan PANCASILA dan UUD 45.

    1. Menggali Pengetahuan Indonesia

    2. Membangun Jati Diri Manusia Indonesia

    3. Rekonsialiasi Menuju Persatuan nasional

    4. Membangun Kemerdekaan Ekonomi

    5. Mengembangkan Politik Perjuangan

    6. Kebudayaan Nasional yang ber-Bineka Tunggal Ika

    7. Memperkuat Pertahanan Nasional

    Nah, untuk lebih lengkapnya kamu boleh Download bukunya di www.setiaindonesia.com

      Waktu sekarang Mon Jun 26, 2017 6:24 pm